Sistem Keuangan Klinik: Cara Menghemat Biaya dan Menghitung Dampaknya
Banyak klinik merasa “ramai pasien” tetapi tetap sulit berkembang: kas sering seret, stok obat bolong-bolong, dan keuntungan tidak pernah terasa. Biasanya masalahnya bukan pada jumlah pasien semata, melainkan pada sistem keuangan yang belum rapi: pencatatan, pengendalian biaya, dan pengambilan keputusan masih berbasis intuisi. Padahal, klinik adalah bisnis layanan kesehatan yang membutuhkan disiplin manajemen seperti perusahaan: ada arus kas, biaya, risiko, dan investasi yang harus dihitung.
Artikel ini membahas bagaimana menyusun sistem keuangan klinik yang sederhana namun kuat, lalu menunjukkan cara menghemat biaya paling besar—terutama pada obat dan bahan habis pakai—beserta contoh perhitungannya.
1. Pilar Sistem Keuangan Klinik yang Sehat
Sistem keuangan klinik minimal harus menjawab tiga pertanyaan: berapa pendapatan, berapa biaya, dan berapa uang tunai yang tersedia.
(1) Pencatatan pendapatan yang rapi